Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Oktober 2016

MULTITALENTA atau GAGAL FOKUS???

Pertama, terima kasih bagi yang sudi mampir ke blogku yang isinya curhatan semua. Tahun ini aku berhenti mengisi diary dan mencoba untuk menulis di blog ini. Harapannya aku bisa menulis secara konsisten dan tulisanku bermanfaat bagiku terutama bagi pembaca.

Akir-akhir ini aku merenung. Bukan perenungan yang dalam sih..  Seperti kata pepatah bahwa sejarah akan berulang. Aku merasa pernah melalui keadaanku sekarang ini yaitu aku menghadapi banyak pilihan yang aku buat sendiri. Pernahkan kalian merasa ingin ini ingin itu banyak sekali..?*coba dibaca pake lagu Doraemon

Ingin ini ingin itu disini maksudnya adalah ingin melakukan ini ingin melakukan itu. Ingin bisa ini ingin bisa itu. Ingin mencapai ini ingin mencapai itu. Ingin terus berkarya. Ingin sekali menjadi sangat produktif. Ingin membuat percepatan. Karena apa? Karena umur semakin tua. 

Aku ingat dulu aku pernah membayangkan bagaimana ya nanti kalau aku dah umur 25 tahun. Impianku saat itu ya aku bisa ini bisa itu, Nyatanya alhamdulilla sekarang aku bisa ini bisa itu tapi jauh dari keadaan ideal yang kuimpikan dulu. Aku merasa waktu seakan berlari, dan aku ngesot.

Sejarah akan berulang. Aku sering mengalami gagal fokus seperti sekarang. Kejadian yang paling berkesan adalah di akhir tahun 2013 lalu. Watu itu aku memberanikan diri cuti dari kegiatan usaha yang sudah kurintis dengan teman-teman diarenakan ingin fokus menyelesaikan skripsi. Awalnya aku merasa akan bisa melalui semuanya dengan manajemen diri yang baik. Manajeman waktu dan energi harus bagus. Tapi kenyataan pahitnya adalah aku gagal di sidang pendadaran dan harus mengganti topik penelitian. Nangis deh waku itu saat harus ngabari Ibu di rumah tentang kegagalanku.Ternyata apa? Ternyata aku ini memang belum pandai memanajemen diri. Ilmu manajemen skala prioritas udah pernahbelajar sih, tapi pralteknya nol. 

Kalau kata Mas Jaya Setiabudi, orang yang nggak bisa fokus tu ngelesnya karena bermultitalenta. Tapi kalau kasusku ni, aku nggak ngeles bahwa aku multitalenta. Memang aku yang gagal fokus. Dah gitu aja. Nggak ada pembelaan diri.

Aku tu respect banget, salut banget, sama tokoh-tokoh yang bisa fokus dengan bidangnya sampai seolah-olah  hidupnya totalitas ke arah sana. Misalkan ni orang banyak tahu kalau Fatih Seferagic tu hafidz, Dewi Lestari itu penulis, Sally Giovany tu pengusaha sukses. Terlepas dari mereka yang punya banyak profesi ya.. Misalkan Oki Setiana Dewi tu aktris, ustadzah, penulis, desainer, hayo apa lagi? Wkwkwkwk.. Entah karena multitalenta atau tidak tapi menurutku memang fokus pada 1 bidang itu sangat susah.

Ingin ini ingin itu sebenarnya sah-sah saja. Tapi kalau semua dilakukan berbarengan, dijamin nggak maksimal. Kenapa? Karena nggak focus!

Ngutip ayat suci dikit ya biar semangat!

(QS.[94]. Alam Nasyrah : 7) : Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.

Kerjakan satu persatu, dan bersungguh-sungguhlah alias fokus!

Coba view my profile, nggak fokus banget kan?! Ak ingin segera memokuskan diri. Muhasabah diri. Semoga yang susah buatku bisa mudah buat kalian.

Dikomentari yuks…

Jumat, 07 Oktober 2016

PERCAYA TENTANG VISUALISASI MIMPI?

Akhir-akhir ini wajah Ibu Marwah Daud Ibrahim beberapa kali muncul di timeline Facebook terkait pendapat beliau tentang Kanjeng Taat Pribadi. Aku kaget tentang hal ini. Em tapi kali ini aku tidak ingin membahas tentang pemberitaan itu. Aku tidak faham secara utuh. Melihat Ibu Marwah Daud Ibrahim mengingatkanku saat kuliah dulu. Aku sempat menonton video singkat beliau tentang visualisasi mimpi dan menuliskan detail cara pencapaiannya. Bahkan sampai sekarang aku menyimpan video itu lho. Seingatku, video itu adalah file CD yang merupakan bonus buku karya Ibu Marwah Daud Ibrahim. Aku juga punya copyan mind mapping dari tahunan, bulanan, hingga harian yang juga termasuk bonus buku.

Kalau waktu SMA ada video Mas Danang dari IPB yang mebuat daftar mimpi, dari video Ibu Marwah ini diturunkan lagi menjadi detail bagaimana cara meraih mimpi dan dikerucutkan lagi menjadi aktifitas pertahun, perbulan, hingga perhari untuk mencapai mimpi. Ibu Marwah mendetailkan bagaimana cara beliau bisa lulus program doktor tepat waktu dalam keadaan hamil. Ada target kapan disertasi harus sudah dimulai, kapan waktu belanja, kapan waktu mengajar, family time, semua didetailkan hingga akirnya beliau lulus dengan nilai kedua terbaik .

Visualisai mimpi sudah menjadi hal biasa sekarang ini. Bahkan sekarang banyak yang jual buku untuk seorang planner. Termasuk Maudy Ayunda juga bikin produk serupa. Semakin banyak yang berani melakukan visualisasi mimpi. Bahkan sudah sampai pada sosialisasi mimpi. Ada yang update status upload foto daftar impiannya hingga gambar terkait. Keren deh!

Percaya pada kekuatan visualisasi mimpi? Menurutku nih ya, visualisasi mimpi mah mudah. Mau jadi kaya apa tinggal tulis, gambar, tempel di dinding kamar. Yang susah itu adalah realisasi. Setuju nggak? Kalau cuma visualisasi tapi nggak pake doa sama usaha, ya mimpi kita jadi bunga tidur aja.

Aku melakukan visualisasi mimpi. Aku menuliskan mimpi-mimpiku dalam sebuah daftar bernomor. Alhamdulilalh beberapa tercoret. Aku juga rutin membuat resolusi tahunan dan ditempel di tembok kamar. Aku juga tipe seorang planner yang mewajibkan buku agenda ada di dalam tas. Inilah yang aku sebut visualisasi mimpi yang aku lakukan.

Menurutku, visualisasi mimpi adalah sebagai pengingat. Manusia mudah sekali lupa. Mudah sekali. Hari ini bersemangat untuk mendapat nilai A, tapi besoknya memilih main HP daripada buka buku. Betul pa betul?
Aku melakukan visualisasi mimpi. Tapi, bukan teori manusia yang aku agungkan dalam hal visualisasi mimpi. Sebagai seorang muslim, kita tahu bahwa prasangka Alloh sesuai prasangka kita. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, Allah berfirman:
أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى
Aku (Allah) sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku.” (Muttafaqun ‘alaih).

Pernah nonton Film Semesta Mendukung? Dikatakan bahwa alam ini akan mendukung mimpi-mimpi kita. Bukan alam, tapi Sang Pencipta Alam. Alloh lah tahu mana yang terbaik bagi setiap diri kita. Visualisasi mimpi hanya sebagi pengingat untuk berdoa dan berusaha. Dan jangan sampe daftar mimpi kita dipenuhi dengan keinginan dunia semata. Itu yang paling penting.

Alhamdulillah... banyak mimpi yang kutulis menjadi kenyataan sesuai target. Kadang tepat waktu, kadang mundur, kadang diganti jauh yang lebih baik. Layaknya doa. Berkhusnudzon kepada Allah nggak boleh ditinggal.
Kemudian, di saat kita berdoa rutin dan berikhtiar maksimal untuk sebuah mimpi. namun di tengah jalan ada batu besar sebagai penghalang, apa yang kita lakukan? Tetap berkhusnudzon. Ayuk ingat ayat ini. Dalam surat Alam Nasyroh, Allah Ta’ala berfirman,
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)

Ayat ini pun diulang setelah itu,
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 6)

Coba deh buktikan! Sesudah kita sedih akan sesuatu hal pasti akan ada kejutan bahagia setelahnya.

Jadi visualisasi mimpi adalah tentang doa yang diulang-ulang, ikhtiar yang maksimal, dan khusnudzon kita.


NOTE TO MY SELF

Rabu, 27 Mei 2015

AL QUR’AN



      Sudah Sya’ban...  tinggal 20 harian lagi bulan puasa. Bulan Ramadhan kali ini akn menjadi Ramadhan yang berbeda dari sebelumnya. Kalau dulu yanga da di pikiran pertama menjelang ramadhan adalah apa saja ya kegiatanku saat Romadhon annti. Nah kalau sekarang kepikiran nyiapin menu apa untuk suami. Hmmm... Ini merupakan tantangan tersendiri untuk seorang istri yang belum jago masak seperti aku. Kemudian untuk diriku sendiri aku kepikiran tentang interaksiku dengan AlQuran yang semaki hari semakin nggak karuan. Padalah aku pengen hafalan... Ya Rabb.. nggak match banget ya antara keinginan dan perbuatan. Nah tapi Alhamdulillah aku selalu bersyukur karena Alloh selalu mengingatkanku dengan lembut. Alloh tak menegurku dengan kasar. Ia hanya tiba-tiba memberikan masukan ke dalam pikiranku bahwa ini adalah momen yang pas utnuk aku bergerilnya. Interaksiku dengan Alquran harus ditambah. Buka-buka lagi buku catatan kajian dan nemu materi tentabg Alquran yabg disampaikan Mbak Nisa saat masih kos di Jogja. Materi ini disampaikan saat muhadloroh pada 15 Maret 2013. Dua tahun yang lalu...
       Keutamaan membaca Alquran:
  1.  Memperoleh pahala
  2. Mendapat rahmat, petunjuk, dan kasih sayang dari Alloh
  3. Penyembuh dari segala penyakit 
  4.  Penolong di hari kiamat
  5. Menjadi makhluk Alloh terbaik
  6. Dikumpulkan bersama malaikat 
  7.  Menentukan derajat bagi pembacanya
  8.  Kedua orang tuanya mendapta mahkota di syurga
  9. Lebih berharga daripada harta di dunia
  10. Dijauhi setan dan kesusahan
     Banyak banget ya keutamaannya.. dan nggak main-main, nggak hanya ganjaran di dunia tapi juga di akhirat. Masih malas baca Alquran? Nggak lah ya....
      ADAB MEMBACA ALQURAN
  1.  Mengikhlaskan niat
  2.  Dalam keadaan suci
  3. Bersiwak
  4.  Meminta perlindungan Alloh dari setan terkutuk
  5. Membaca taawudz dan basmalah 
  6.  Membaca dengan tartil 
  7.    Mengindahkan suara
  8.   Berhenti pada tempatnya
  9.  Tidak mengeraskan suara jika ada yang sholat
  10.  Berhenti membaca jika mengantuk
  11.  Memperhatikan keutamaan-keutamaan surat
  12.  Tidak bolehmembaca alquran saat ruku dan sujud
  13.  Bersabar bagi yang sulit membaca alquran
  14.  Mentadaburi apa yang dibaca
  15.  Membaca dengan suara yang tidak terlalu keras (lembut)
     Ayo praktik Guys!!

Rabu, 07 Januari 2015

MENGINGAT MATI



Bismillah... sore ini aku mengikuti pengajian yang bertemakan tentang bagaimana cara meningkatkan kualitas iman kita... sebenarnya caranya tentu  banyak sekali. Yang penting adalah semua yang kita lakukan itu demi mendekatkan diri kepada Allah. Bukankah tak ada nikmat yang lebih indah daripada iman yang tumbuh di dalam hati?
Berdasarkan materi yang tadi dibawakan.. ada 3 cara yang bisa meningkatkan iman dalam hati kita.

  1. 1.       Sering mengingat mati
  2. 2.       Mentadaburi alqur’an
  3. 3.       Mengikuti rosul Muhammad

Di sini aku tidak ingin membahas perpointnnya. Tapi aku akan cerita sedikit pengalaman tentang point yang pertama adalah tentang “sering mengingat mati”. Ada ungkapan yang mengatakan bahwa orang yang paling cerdas adalah orang yang sering mengingat mati. Karena apa? Karena dengan mengingat mati, seseorang akan berhati-hati sekali dalam bertindak. Misalkan saja hari ini ada yang berfikiran untuk berbohong pada Ibunya.. Jika saja orang tersebut mengingat mati, ia kan berfikir lagi untuk berbohong. Kalau aku bohong trus mati dan nggak sempet minta maaf sama Ibu gimana?.. sederhananya seperti itu.
Nah aku ada pengalaman menarik tentang hal ini. Aku ingin sekali bisa lebih sering mengingat mati. Bukannya sok gimana tapi memang semua manusia kebanyakan lupa bahwa ia akan mati kan. Dalam materi tadi juga disebutkan bahwa kita hidup di dunia ini hanya sekitar 1,5 jam waktu akhirat. Itu hasil konversi dari itung-itungan yang ada dasarnya ya. 
Kita ingin dunk masuk dalam daftar orang yang khusnul khotimah. Aamiin
Dari hasil membaca sana sini. Salah satu cara untuk lebih sering mengingat mati adalah saat sebelum tidur kita bisa berfikir, wah ini bisa jadi tidur terakhirku. Bisa saja nanti aku nggak melek lagi. 
Owh caranya begitu,.
Dan hasilnya.. belum mikir apa-apa saja udah keduluan ngantuknya. Hadeeeehhh!!Tepar duluan..
Dan akhirnya, aku punya 2 cara konkret agar kita bisa lebih konkret mengingat mati. Tiap orang tentu bisa beda-beda cara. Ini caraku..
1.       Menyiapkan kain mori untuk diri sendiri
Mungkin terdengar agak mengerikan tapi memang benar aku melakukannya. Aku terinspirasi dari anggota silat SH Terate yang ada di kampungku. Mereka semua sudah mempunyai kain mori untuk mereka sendiri.  Aku tak tahu penjelasan detailnya. Namun aku pernah bertanya pada salah satu dari mereka.
“Buat apa nyimpen kain mori? Buat pusaka kah?”
Temanku dulu itu menjawab, “ Tiap melihatnya kita bisa ingat mati. Kain itulah yang nanti akan membungkus mayat kita. Hidup kan ibarat mampir ngombe..”
Oke.. aku sangat terpesona dengan jawaban itu. Kemudian aku bertanya pada salah satu temanku lainnya (yang bergabung SH Terate juga), berapa meter kain mori yang harus aku beli. Dan ternyata ada rumus untuk menghitungnya. Dan setelah aku pergi ke Pasar Beringharjo, aku juga baru tahu ternyata kain mori tu juga ada pilihan kualitasnya.Pengalaman berharga deh.
Kain itu kemudian kubungkus di dalam map bening dan aku tulis doa di sana. Kemudian aku simpan di dalam lemari bajuku. Ya... begitulah..
2.       Menulis surat wasiat
Untuk hal ini aku terinspirasi dari Almh.Yoyoh Yusroh. Aku kenal beliau melalui bukunya. Dari sana aku tahu bahwa semasa hidupnya, beliau selalu mencatat hutang-hutang yang beliau punya alias punya buku catatan hutang. Hutang apapun. Al qur an juga menyebutkan bahwa catat mencatat ini memang diwajibkan. Dan aku berfikir “Benar juga ya?!". Buku hutang adalah semacam surat wasiat. Mati bisa datang kapan saja. Kalau kita mati dan tak ada catatan apapun tentang tanggungan kita, hadehhh terhambat lo ke syurganya. Makanya semenjak itu aku bertekad akan membuat surat wasiat  dan aku perbaharui seminggu sekali. Aku menulisnya dalam Microsoft word kemudian aku simpan di lap top menggunakan pasword. Kemudian aku memberitahukan tentang surat wasiat ini kepada 2 orang kepercayaanku. Tujuannya adalah bila aku tiba-tiba mati, mereka lah yang akan menunjukkan surat wasiatku ini. Di dalam surat wasiat aku mencatat yang utama adalah hutangku. Bisa uang ataupun janji ataupun pinjaman barang yang masih ada di aku. Setelah itu aku menuliskan permohonan maaf kemudian wasiat akan barang-barang milikku akan dikemanakan jika aku mati nanti.
                Dua cara inilah yang aku konkretkan untuk mengingat mati. Mmmm..

Senin, 18 Maret 2013

Mengutamakan keluarga/kerabat dalam bersilaturahim


Pulang kampung terakhir kemarin, aku membuat silsilah keluarga. ini adalah keinginanku sejak lama namun yah memang begitu,,,baru terwujud di saat yang tepat. Banyak kerabat yang kadang aku kurang jelas bagaimana hubungan darahnya denganku. Yang aku tau ya sebatas kami adalah kerabat dekat atau kerabat jauh. Aku memang pernah bertanya pada Ibu tentang siapa dia dia dan dia, tapi karena jarang bertemu, cepat juga lupanya. Oleh karena itu aku membuat silsilah keluarga untuk memudahkanku menelusuri sejarah dari siapa aku dilahirkan. Hmmm... ternyata kerabatku sangat banyak. Ayo kalian yang mau mencoba membuat silsilah keluarga.!!! insyaallah bermanfaat.  
Apa yang aku lakukan tersebut tak dinyana bersamaan tema dengan kajian yang aku ikuti pagi tadi, yaitu tentang hubungan muslimah dengan keluarga dan para kerabatnya. Intinya adalah tentang silaturahim. Silaturahim mempunyai peranan penting dalam islam. Silaturahim ini juga merupakan salah satu amalan yang membuat masuk syurga selain tidak syirik, mengerjakan sholat, dan membayar zakat.
Banyak hadits yang menyatakan bahwa silaturahim sangat penting untuk dilakukan oleh kaum muslim. Hadits tersebut antara lain:
siapa yang ingin dimudahkan rezekinya, dan dipanjangkan umurnya, sambungkanlah silaturahim.”
Hubungan silaturahim dengan rezeki adalah karena dengan sering bersilaturahim, akan menambah kolega atau jaringan kita. Dan jaringan tersebut bisa jadi menjadi sarana datangnya rezeki yang tak disangka-sangka pada kita. Kemudian dengan bersilaturahim, atau bertemu dengan banyak orang, kita akan mudah ceria dan uneg-uneg terpendam pun dapat dibicarakan. Hal inilah yang akan membuat seseorang tampak lebih muda karena tak menyimpan banyak beban.
“rahmat tidak akan turun pada orang yang memutuskan silaturahim”
          Abu Hurairah tidak mau berdoa dalam majlis yang di dalamnya berada orang yang memutus silaturahim. Hal ini adalah karena Abu Hurairah berfikir bagaimana doanya akan terkabulkan jika ada orang yang memutuskan silaturahim di situ.
“tidak ada dosa yang paling cepat balasannya di dunia kecuali orang yang memutuskan silaturahim.”
          Orang yang memutus silaturahim, hatinya tidak akan tentram. Dalam keseharian pun hati akan merasa gelisah atau tidak nyaman jika bertemu dengan orang yang tidak disukai. Hal ini akan menyebabkan seseorang kehilangan kenikmatan dalam hidup.
“silaturahim adalah ikatan kekeluargaan seperti urat-urat yang terhubung. Kalau urat terputus, akan mati”
          Bayangkan saja jika salah atu urat kita terputus. Urat nadi misalnya. Apa jadinya kita selain jadi mayat yang tak berdaya lagi.
“peliharalah keluargamu dari api neraka”
          Terkadang ada fenomena aktivis dakwah yang hebat di luar dan dakwahnya gencar kemana-mana. Namun ada yang terlupakan. Masih ada anggota keluarganya yang masih belum benar akidahnya misalnya. Jadi kewajiban kita adalah mendahulukan keluarga dulu, baru ke lingkungan.
orang yang berhak kita bersikap ihsan terhadapnya adalah ibu, ibu, ibu, bapak, kerabat yang paling dekat, dan seterusnya.”
          Meskipun ada ketidakcocokan kita dengan orang tua. Tetap kewajiban kita sebagi anak adalah memuliakan mereka selama di dunia danmendoakan yang terbaik untuk akhirat. Kita harus memberikan sikap terbaik kepada orang tua. Jangankan bicara dengan nada keras, bicara “hufttt” saja dilarang. Apalagi kepada ibu. Jangan lupa bahwa surga berada di telapak kaki ibu.
“jika sedekah diberikan pada keluarga/kerabat, maka akna mendapat 2 pahala yakni pahala bersedekah dan pahala menyambung silaturahim”
Hayo... apakah kita sudah mendahulukan keluarga kita dalam bersedekah. Padahal bagi seorang istri  yang memberi pada suami, itu juga dinamakan sedekah lo.. jadi kalau mau sedekah, cari kerabat dulu yang paling membutuhkan.
“kamu tidak akan mendapat kebaikan sampai kamu mensedekahkan barang yang kamu cintai”
Pada zaman sahabat, jika ada yang berkeinginan dengan barang milik saudaranya, maka ia akan memberikannya meskipun barang tersebut amat ia cintai. Bagaimana dengan kita? Berani? Mari berlomba-lomba dalam kebaikan!

Sabtu, 01 Desember 2012

BAGAIMANA BISA KITA MASUK SURGA?

Surga. Jelas surga itu ada dan semua dari kita sangat mengharapkan bisa tinggal di sana nantinya. Ingin menikmati sungai-sungai yang mengalir indah, ingin melihat bidadari-bidadari jelita, dan ingin sekali bertemu dengan Rabb kita Allah SWT. Kita berlarian di sana dengan sangat gembira. Kesusah payahan di bumi tak lagi dirasakan. Yang ada hanyalah kesempurnaan nikmat yang dianugerahkan Allah hanya untuk orang-orang yang pantas menerimanya. Apakah kita termasuk orang yang pantas itu? Apakah kita bisa menjadi ahli surga? Apakah kita bisa berada di tingkatan surga yang paling tinggi dan berkumpul dengan Rasulullah? apakah kita pantas mendapatkan semua itu dengan sedikit bekal yang kita punya sekarang? Atau mungkin menginjakkan kaki di syurga paling rendah pun kita tak pantas? Astaghfirullah.. 
 Apakah yang kita lakukan selama ini sudah termasuk perjuangan di jalanNya? Yakin? Sementara perjuangan kaum terdahulu adalah dengan menyerahkan jiwa, raga, harta, totalitas untuk perjuangan Islam. Dan sebaik-baiknya teladan adalah Rasulullah SAW. Apakah kita pantas mendapatkan tempat di surga yang sama dengan Rasulullah SAW? Sementara sahabat-sahabat beliau di surga nantinya adalah para sahabat yang pengorbanannya tidak bisa diragukan lagi. Sebut saja Abu Bakar. Ada hadist yang berbunyi “jika ditimbang keimanan Abu Bakar dengan keimanan seluruh umat akan lebih berat keimanan Abu Bakar” (HR baihaqi). Bagaimana dengan kita coy...?! iman kita seperberapanya Abu Bakar? Masih ga tahu diri mengharapkan surga yang sama? Sahabat yang lain adalah Umar bin Khathab. Aisyah Ra bersabda “sesungguhnya setan-setan menyingkir apabila bertemu dengan Umar.” (HR Ibnu Asaakir). Bagaimana dengan kita? Yakin setan akan menyingkir saat bertemu kita? Atau malah menggoda? Itulah salah satu renungan tentang hidup ini. Dimana kerja keras kita dijamin tidak akan menandingi perjuangan para sahabat yang telah dimuliakan Allah. Kita nggak ada apa-apanya. Tapi apakah kita akan pesimis dengan surga? Nggak gitu juga kali. Ada pepatah mengatakan “Tirulah mereka meskipun tidak serupa. Sesungguhnya meniru-niru orang besar adalah suatu keberuntungan.” 

 Semangat fastabiqul khoirot!!!

Senin, 27 Agustus 2012

¬¬Memotivasi diri dan Memperbaiki diri


Ada orang yang berani berbuat hal besar sebagian besar disebabkan karena motivasi. Pemaksaan pada diri cenderung kurang baik. Dipaksa sama artinya dengan dimanipulasi dan tentu hasilnya  akan berbeda dengan sesuatu yang murni.. Ada motivasi yang datang dari luar dan dari dalam. Hasil dari keduanya        bisa sangat signifikan. Contohnya adalah  tahajud, tergantung motivasi. Bisa  semangat tahajud karena mengetahui bahwa tahajud nikmat, jalan keselamatan, jalan pertolongan allah, diampuni dosa, disayang allah. Sedangkan yang  malas tahajud. Mempunyai banyak alasan seperti  kalau tahajud besuk kuliah ngantuk, sering gak enak badan kalo bangun pagi.  Memperbanyak alasan akan berakhir tidak terlaksananya ibadah tersebut. Kita harus senang memotivasi diri. Kalo orang lain bisa kenapa kita nggak bisa. Kita akan kuat jika terus memotivasi diri. Memotivasi dengan kata yang berulang ulang dan ditegaskan. Aku bisa! Aku bisa! Aku bisa!

Sebusuk apapun kita dengan dosa, kalau mau tobat, ampunan allah lebih besar. Allah
 berfirman : sesungguhnya allah tidak merubah. Keadaan suatu kaum hingga kaum tersebut merubahnya sendiri. Yang jadi masalah dalam hidup adalah diri kita tidak mau berubah. Banyak sekali yang kita fikirkan. Semua itu tidak masalah tapi tak ada manfaatnya kalo diri kita tidak berubah. Bagaimana mungkin kita menyikapi semua yang berubah tapi kita tidak berubah? Kalo segala urusan bertambah, kemampuan tidak bertambah, hasilnya adalah akan stres. Kalau ingin tahu kuncinya, rubah diri kita.. salah satu contoh adalah kita ingin membuak suatu usaha. Usaha butuh modal? Lihat diri kita apakah sudah pantas dipercayai untuk megang modal. Sayang kita hanya bisa menyalahkan, susah nyari kerja, perusahaan, susah cari karyawan! Orang yang bersungguh2 pada allah, allah akan lebih bersungguh2 lagi menunjukkan jalannya, menuntun kita. Kesungghan merubah diri adalah kunci sukses. Tuntut diri sendiri sebelum menuntut orang lain. Kasihan orang palestin? Lebih Kasian kita kalee.. cara kita gak bener..