Tampilkan postingan dengan label pikiranku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pikiranku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Oktober 2016

MULTITALENTA atau GAGAL FOKUS???

Pertama, terima kasih bagi yang sudi mampir ke blogku yang isinya curhatan semua. Tahun ini aku berhenti mengisi diary dan mencoba untuk menulis di blog ini. Harapannya aku bisa menulis secara konsisten dan tulisanku bermanfaat bagiku terutama bagi pembaca.

Akir-akhir ini aku merenung. Bukan perenungan yang dalam sih..  Seperti kata pepatah bahwa sejarah akan berulang. Aku merasa pernah melalui keadaanku sekarang ini yaitu aku menghadapi banyak pilihan yang aku buat sendiri. Pernahkan kalian merasa ingin ini ingin itu banyak sekali..?*coba dibaca pake lagu Doraemon

Ingin ini ingin itu disini maksudnya adalah ingin melakukan ini ingin melakukan itu. Ingin bisa ini ingin bisa itu. Ingin mencapai ini ingin mencapai itu. Ingin terus berkarya. Ingin sekali menjadi sangat produktif. Ingin membuat percepatan. Karena apa? Karena umur semakin tua. 

Aku ingat dulu aku pernah membayangkan bagaimana ya nanti kalau aku dah umur 25 tahun. Impianku saat itu ya aku bisa ini bisa itu, Nyatanya alhamdulilla sekarang aku bisa ini bisa itu tapi jauh dari keadaan ideal yang kuimpikan dulu. Aku merasa waktu seakan berlari, dan aku ngesot.

Sejarah akan berulang. Aku sering mengalami gagal fokus seperti sekarang. Kejadian yang paling berkesan adalah di akhir tahun 2013 lalu. Watu itu aku memberanikan diri cuti dari kegiatan usaha yang sudah kurintis dengan teman-teman diarenakan ingin fokus menyelesaikan skripsi. Awalnya aku merasa akan bisa melalui semuanya dengan manajemen diri yang baik. Manajeman waktu dan energi harus bagus. Tapi kenyataan pahitnya adalah aku gagal di sidang pendadaran dan harus mengganti topik penelitian. Nangis deh waku itu saat harus ngabari Ibu di rumah tentang kegagalanku.Ternyata apa? Ternyata aku ini memang belum pandai memanajemen diri. Ilmu manajemen skala prioritas udah pernahbelajar sih, tapi pralteknya nol. 

Kalau kata Mas Jaya Setiabudi, orang yang nggak bisa fokus tu ngelesnya karena bermultitalenta. Tapi kalau kasusku ni, aku nggak ngeles bahwa aku multitalenta. Memang aku yang gagal fokus. Dah gitu aja. Nggak ada pembelaan diri.

Aku tu respect banget, salut banget, sama tokoh-tokoh yang bisa fokus dengan bidangnya sampai seolah-olah  hidupnya totalitas ke arah sana. Misalkan ni orang banyak tahu kalau Fatih Seferagic tu hafidz, Dewi Lestari itu penulis, Sally Giovany tu pengusaha sukses. Terlepas dari mereka yang punya banyak profesi ya.. Misalkan Oki Setiana Dewi tu aktris, ustadzah, penulis, desainer, hayo apa lagi? Wkwkwkwk.. Entah karena multitalenta atau tidak tapi menurutku memang fokus pada 1 bidang itu sangat susah.

Ingin ini ingin itu sebenarnya sah-sah saja. Tapi kalau semua dilakukan berbarengan, dijamin nggak maksimal. Kenapa? Karena nggak focus!

Ngutip ayat suci dikit ya biar semangat!

(QS.[94]. Alam Nasyrah : 7) : Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.

Kerjakan satu persatu, dan bersungguh-sungguhlah alias fokus!

Coba view my profile, nggak fokus banget kan?! Ak ingin segera memokuskan diri. Muhasabah diri. Semoga yang susah buatku bisa mudah buat kalian.

Dikomentari yuks…

Jumat, 07 Oktober 2016

PERCAYA TENTANG VISUALISASI MIMPI?

Akhir-akhir ini wajah Ibu Marwah Daud Ibrahim beberapa kali muncul di timeline Facebook terkait pendapat beliau tentang Kanjeng Taat Pribadi. Aku kaget tentang hal ini. Em tapi kali ini aku tidak ingin membahas tentang pemberitaan itu. Aku tidak faham secara utuh. Melihat Ibu Marwah Daud Ibrahim mengingatkanku saat kuliah dulu. Aku sempat menonton video singkat beliau tentang visualisasi mimpi dan menuliskan detail cara pencapaiannya. Bahkan sampai sekarang aku menyimpan video itu lho. Seingatku, video itu adalah file CD yang merupakan bonus buku karya Ibu Marwah Daud Ibrahim. Aku juga punya copyan mind mapping dari tahunan, bulanan, hingga harian yang juga termasuk bonus buku.

Kalau waktu SMA ada video Mas Danang dari IPB yang mebuat daftar mimpi, dari video Ibu Marwah ini diturunkan lagi menjadi detail bagaimana cara meraih mimpi dan dikerucutkan lagi menjadi aktifitas pertahun, perbulan, hingga perhari untuk mencapai mimpi. Ibu Marwah mendetailkan bagaimana cara beliau bisa lulus program doktor tepat waktu dalam keadaan hamil. Ada target kapan disertasi harus sudah dimulai, kapan waktu belanja, kapan waktu mengajar, family time, semua didetailkan hingga akirnya beliau lulus dengan nilai kedua terbaik .

Visualisai mimpi sudah menjadi hal biasa sekarang ini. Bahkan sekarang banyak yang jual buku untuk seorang planner. Termasuk Maudy Ayunda juga bikin produk serupa. Semakin banyak yang berani melakukan visualisasi mimpi. Bahkan sudah sampai pada sosialisasi mimpi. Ada yang update status upload foto daftar impiannya hingga gambar terkait. Keren deh!

Percaya pada kekuatan visualisasi mimpi? Menurutku nih ya, visualisasi mimpi mah mudah. Mau jadi kaya apa tinggal tulis, gambar, tempel di dinding kamar. Yang susah itu adalah realisasi. Setuju nggak? Kalau cuma visualisasi tapi nggak pake doa sama usaha, ya mimpi kita jadi bunga tidur aja.

Aku melakukan visualisasi mimpi. Aku menuliskan mimpi-mimpiku dalam sebuah daftar bernomor. Alhamdulilalh beberapa tercoret. Aku juga rutin membuat resolusi tahunan dan ditempel di tembok kamar. Aku juga tipe seorang planner yang mewajibkan buku agenda ada di dalam tas. Inilah yang aku sebut visualisasi mimpi yang aku lakukan.

Menurutku, visualisasi mimpi adalah sebagai pengingat. Manusia mudah sekali lupa. Mudah sekali. Hari ini bersemangat untuk mendapat nilai A, tapi besoknya memilih main HP daripada buka buku. Betul pa betul?
Aku melakukan visualisasi mimpi. Tapi, bukan teori manusia yang aku agungkan dalam hal visualisasi mimpi. Sebagai seorang muslim, kita tahu bahwa prasangka Alloh sesuai prasangka kita. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, Allah berfirman:
أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى
Aku (Allah) sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku.” (Muttafaqun ‘alaih).

Pernah nonton Film Semesta Mendukung? Dikatakan bahwa alam ini akan mendukung mimpi-mimpi kita. Bukan alam, tapi Sang Pencipta Alam. Alloh lah tahu mana yang terbaik bagi setiap diri kita. Visualisasi mimpi hanya sebagi pengingat untuk berdoa dan berusaha. Dan jangan sampe daftar mimpi kita dipenuhi dengan keinginan dunia semata. Itu yang paling penting.

Alhamdulillah... banyak mimpi yang kutulis menjadi kenyataan sesuai target. Kadang tepat waktu, kadang mundur, kadang diganti jauh yang lebih baik. Layaknya doa. Berkhusnudzon kepada Allah nggak boleh ditinggal.
Kemudian, di saat kita berdoa rutin dan berikhtiar maksimal untuk sebuah mimpi. namun di tengah jalan ada batu besar sebagai penghalang, apa yang kita lakukan? Tetap berkhusnudzon. Ayuk ingat ayat ini. Dalam surat Alam Nasyroh, Allah Ta’ala berfirman,
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)

Ayat ini pun diulang setelah itu,
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 6)

Coba deh buktikan! Sesudah kita sedih akan sesuatu hal pasti akan ada kejutan bahagia setelahnya.

Jadi visualisasi mimpi adalah tentang doa yang diulang-ulang, ikhtiar yang maksimal, dan khusnudzon kita.


NOTE TO MY SELF

Senin, 09 Mei 2016

BERBEDA ITU BIASA, YANG PENTING KAMU NGAJI DIMANA?

Ada rasa damai tatkala melihat ada anak-anak rukun dalam bermain. Kalaupun sempat bertengkar, itu hanya sebentar. Usil yang tak disengaja dan tak masuk ke hati. Mudah bagi mereka baikan begitu saja. Nggak peduli yang satu ingusan, yang satu keriting, lainnya anak  pak lurah, dan lainnya lagi berkulit hitam. Yang mereka tahu bahwa mereka adalah sebaya dan memiliki tujuan bersama yaitu main bersama. Jikapun terjadi saling mengejek, besoknya juga sudah lupa. Indah sekali.
Ada rasa gundah tatkala melihat kita yang sudah dewasa ini saling mencerca. Mudahnya mengatakan kekurangan orang lain dan sok memnyalahkan apa yang kurang tepat dari diri yang bukan kita. Kenapa kita selalu merasa paling benar?
Jika ego seperti itu ada dalam satu rumah, bisa saja rumah itu akan segera roboh menghancurkan semua yang di dalamnya. Kita memang berbeda, tapi apa perlu perbedaan itu menjadi penyebab untuk menebar kebencian yang nyatanya akan merugikan semuanya termasuk diri kita sendiri. Sedih jika kawanan sini mengkritik kawanan sana serta sebaliknya. Nyatanya jelas kita saudara. Apa yang sama? Terlalu banyak.
Saya dari kecil ngaji dengan ustadz NU. Ngaji iqro, barzanzi, sholawatan, yasinan, slametan, tahlil, dan seterusnya.  Kemudian SMA kenal dengan diniyah yang menghantarkan saya ikut liqo hingga sekarang. Saat SMA juga, saya sempat tergabung sebuah komunitas yang ternyata adalah HTI. Bahkan saya sampai ke tahap pertemuan kader seJawa dan mengucapkan semacam baiat di sana. Pada tahap kuliah, saya punya teman dari Muhammadiyah. Saya tahu lebih tentang semngat kader HTI. Ada juga teman salafy. Di tahun terakhir kuliah saya tinggal di asrama dan ngaji dengan ustadzah NU. Saat kuliah saya punya usaha dengan teman PII. Dan untuk usaha yang sekarang, saya bekerjasama dengan teman salafy. Oh ya saya juga ada teman LDII bahkan ada tetangga juga yang LDII. Sebelah rumah juga ada jamaah yang punya semacam padepokan. Ah, banyak lagi mungkin yang saya belum tahu. Setelah saya tahu tentang jamaah-jamaah yang saya sebut di atas akhirnya secara alami saya mengikuti yang  pas di hati. Sekarang ini saya liqa, saya ngaji alquran dengan ustadzah NU, dan suami saya basis NU. Apakah ada prinsip yang bertabrakan? Iya, tentu saja. Prinsip yang bertabrakan tak harus memulai pertengkaran. Berbeda itu sudah biasa. Nggak hanya dalam hal tempat ngaji. Semua harus rukun. Ilmu kita sedikit, praktekkan saja ilmu yang sedikit itu. Tak perlu sombong. Menyibukkan diri memperbaiki diri bukan sebaliknya sibuk mengkoreksi golongan sana sini. *ntms
Ibu saya orang biasa, kenal ngaji saat usia hampir senja ini. Tapi mashaalloh, belum adzan dah persiapan sholat. Berbeda itu biasa, yang nggak biasa itu yang mempermasalahkan perbedaan. Biasanya yang begitu belum ngaji atau lagi cuti semangat ngajinya. Yuk nggak usah saling menghakimi,..kita saudara. Jaga diri dan jaga saudara. Kiamat sudah semakin dekat lho... masih bingung mau ngaji dimana? Buruan!
Jamaah oh jamaah... (:

Rabu, 09 Juli 2014

SAY NO TO SINETRON


          Kali ini aku mau bahas tentang sinetron. Semua murni pikiranku sendiri ya. Pikiranku yang mengatakan bahwa anjuran untuk tidak menonton sinetron itu sangat diperlukan. Sebenarnya kalau kita sibuk dengan banyak kegiatan, menonton sinetron adalah hal yang sangat tidak penting apalagi banyak kegiatan lain yang lebih produktif. Tapi, yang perlu diingat adalah waktu tayang sinetron itu memang timing nya pas sekali, sore menjelang malam, waktu istirahat bagi siapapun entah ibu rumah tangga, pekerja kantor, juag pelajar.
                Malam ini, ya malam ini tadi, aku iseng nonton sinetron CHSI yang lagi jadi trending topic di kalangan pecinta sinetron. Dan akhirnya aku memang mengikuti jalan ceritanya sejam lebih, bahkan iklan saja sampe aku ladenin. Menurutku sinetron ini memang bagus, dan banyak yang bilang begitu. Cerita tentang masalah berbagai rumah tangga yang memuat banyak pelajaran di dalamnya. Memang ada ilmunya, tapi.... tetap ada tapinya. Dan masalah ini adalah masalah paling puncak bagi ku kenapa aku menetapkan diriku alergi pada sinetron. Di saat cerita sedang seru-serunya, eh satu kata itu keluar...”bersambung”... pengen teriak dan membanting remote saat itu juga. Astaghfirullah..
                Setelah itu aku berpesan pada Ibu.. “Bu, tolong diingetin jangan sampe aku besuk menonton sinetron ini lagi...”. aku benar-benar melakukannya. jalan ceritanya aku akui jauh lebih bagus daripada sinetron-sinetron lain yang kurang mendidik. Tapi, bikin penasarannya itu lo!. Dan ceritanya nggak tuntas. *namanya juag sinetron...
Sementara aku sangat tidak suka pada sesuatu yang bikin ketagihan kalau aku hanya jadi penonton. Serasa nggak ada kerjaan lain gitu lo...
                Aku setuju sekali dengan metode pendidikan anak yang dilakukan keluarga 10 bintang al qur an yang pernah aku baca. TV adalah media yang memang harus disingkirkan karena tidak mendukung pendidikan. Acara apa hayo di TV yang bagus buat anak-anak? Laptop si Unyil? Sedikit sekali acara yang mengandung edukasi. Yang ada si anak malah ketagihan sinetron GGS (Ganteng-Ganteng Serigala). Sinetron yang sekolahnay cuam satu kelas, gurunya Cuma 2, dan muridnya pelukan di depan guru. Hrr...
 Aku ingat aku juga pernah maen ke rumah teman dimana di rumahnya, TV hanya ada di kamar Bapak Ibu. Jadi anak-anak tidak akan bisa menonton TV kecuali dengan ijin dan pengawasan orang tua. Sedep bener...
                Menolak sinetron juga bukan hal gampang. Awalnya kita bilang nggak suka tapi kalo di jam tayangnya kita melototoin tu TV, lama lama akan tertarik juga. Jadi jangan dicoba, walau secuil.. hehehe

Selasa, 24 Juni 2014

ILMU DI BIS NON AC

Bismillah, dimanapun aku berada sudah menjadi komitmenku untuk tetap rajin menulis. Menulis apapun. Menulis telah menjadi hobyku sejak dulu, entah hobBy yang aku paksakan atau seperti apa, yang aku tahu, semua oranG hebat pnya tulisan, punya gagasan yang ditulis. Dan aku ingin menjadi seperti mereka.
Menulis bisa dilakukan dimana saja, dan memang menulis itu sangat menyenangkan. Aku yang biasanya hanya menuis di buku harian, kini akan aku biasakan menulis hal-hal yang lebih bermanfaat yang nggak hanya sekedar curhat. HehehE

Sudah sebulan pasca kelulusan. Aku sudah menetap di rumah. Kemarin hari minggu aku pergi ke klaten menggunakan bis. Naik bis bukan hal istimewa lagi. Dulu aku yang selalu teler kini sudah terbiasa nge-bis dari jarak dekat ataupun jauh. Dan setelah aku pikir-pikir, banyak sekali pengalaman nyata yang aku dapatkan selama naik bis. Banyak sekali. Aku merasa lebih banyak ilmu yang aku dapat saat aku naik bis dibandingkan naik kereta, dibandingkan lagi naik pesawat. Kembali soal bis. Yang saya maksud di sini adalah bis kelas ekonomi loh ya..

Pertama adalah kita butuh keberanian untuk naik bis. Nggak semua orang berani lo naik bis sendirian. Apalagi di terminal rame sekali dan sudah menjadi rahasia umum bahwa kita harus hati-hati saat berada di terminal. Saya pun sebenarnya nggak berani-berani amat. Biasanya orang berani kan karena sudah terbiasa atau sudah tahu. Nah teori ini nggak berlaku untuk orang yang sedang perjalanan. Berani yang dimaksud di sini adalah keberanian dalam bertanya. Yup! Bertanya. Harus berani bertanya bis jurusan yang kamu tuju yang mana agar nggak salah bis, apapun yang kita nggak tahu, jangan segan untuk bertanya. Inshaallah kalau cuma bertanya nggak dipungut biaya. Menurut saya kuncinya cuma itu. Biasanya mahasiswa baru ni yang sedang dalam masa-masa awal menjajak i dunia terminal hahaha.

Memang, bis adalah kendaraan umum yang paling terjangkau. Tapi ilmu di dalam bis nggak akan kita dapat di manapun. Suer dah. Kemarin, terakhir naik bis dari Klaten ke Solo, saya mendapat kursi paling belakang dan bareng ma ayam. Ngok. Serius. Jaman modern gini masih ada lo ayam naik bis, saya sendiri juga kaget. Dan untung nggak pingsan. Namun dari situ saya berfikir saat itulah saya belajar bahwa ya hidup memang seperti itu. Samping kanan saya mas-mas, samping kiri saya bapak-bapak. Dempet-dempetan sudah pasti. Jangan harap mau leluasa ya.. trus ayamnya ada di kardus di belakang kepalaku. Hadeh kebayang nggak? Dimanapun kita berada, dan siapapun yang berada di samping kita, tetap kita harus bersyukur. Apalagi penumpang bis itu beragam sekali. Ada yang kalangan bawah dan paling banter menengah kali ya. Memang keadaan saya yang terhimpit di belakang terasa kurang nyaman, tapi saya lebih mending daripada penumpang yang berdiri karena kursi sudah penuh.

Meskipun bis yang saya naiki bukan bis AC, tapi angin dari pintu bis yang terbuka sudah membuat saya semriwing dahsyat. Alkhamdulillah nggak kecium tu bau ayam yang belum mandi.

Waktu tu ada mas-mas di depan saya yang berdiri. Sebelumya mas nya ini dapet kursi. Tapi tiap ada penumpang ibu-ibu yang masuk bis, mas nya rela untuk memberikan kursinya. Dua kali saya lihat selama perjalanan dari Klaten ke Solo tersebut.... semoga Allah memberikan rizki melimpah untuk orang tersebut aamiin


Yang tidak ketinggalan adalah hiburan di bis. Pengamen. Mau dari yang pake peci pe tatoan penuh. Dari yag suaranya bagus pe yang cuma nggenjreng, semua ada. Memang rata-rata dari mereka menyebalkan. Awalnya saya berfikir seperti itu. Tapi akhirnya saya lebih menghormati mereka yang mengamen di bis daripada mereka yang nyopet di bis. Dua kali saya memergoki pencopetan di bis, dan dua kali saya jadi korban pencopetan di bis. Dan pelakunya berpenampilan rapi saudara-saudara... waspadalah waspadalah!

Peduli lingkungan, mulai dari diri sendiri

Aku adalah anak desa yang baru pulang dari kota. Halah! Desaku masih tergolong asri. Meskipun pekarangan tak sehijau dulu, tapi sebenarnya tak susah menanam pohon atau sejenisnya. Aku ingat saat di kos dulu, sampah menumpuk satu tong perharinya. Semua sampah dari belsan kamar bercampur dari yang organik, plastik, kain, entahlah apalagi. Membayangkan isinya saja sudah membuatku mual. Hal yang paling menyebalkan lagi adalah jika tukang sampah tidak datang beberapa hari. Aku ingat sekali pernah melihat tong sampah di depan gerbang dikerumuni belatung. OMG! Emm tapi ya sudahlah, yang penting tak ada sampah di kamarku. Jika sampah sudah di luar ruangan, kan sudah jadi urusan tukang sampah. Mungkin ada dari kita yang berfikiran sama, tapi ternyata tidak sesederhana itu lo..

Coba cari tau keadaan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) di daerah maisng-masing. Bakal eneg deh. Saat ketemuan kumpul sama teman, obrolan tentang sampah juga nggak ada matinya. Banjir, sungai mampet, sampah di jalan, dll semua dikeluhkan. Seakan-akan semua peduli tapi nyatanya juga masih nyampah dengan enteng. Itulah manusia. Dan sebenarnya nyampah itu manusiawi, karena kita memang setiap hari tidak dapat menghindari membuang sampah.

Isu peduli lingkungan sudah menjadi wacana dari dulu. Actionnya juga sudah mulai berkembang, tapi kesinambungannya itu lo. Seyogyanya memang semua dibiasakan dari hal kecil, dari diri sendiri, dan tidak ditunda.

Dulu aku heran pada Ibuku yang selalu mengumpulkan karet bekas, kertas bekas, plastik bekas, styoroform, apapun itu. Yang nggak kebayang akan dipakai lagi juga ibu simpan kalau keadaannya masih lumayan. Aku sering ngomel “ngapain barang kaya gini disimpan?”. Botol plastik disimpan, gelas air mineral dikumpulkan. Begitulah... dulu aku belum sadar. Ibu memang tak mengenal isu peduli lingkungan seperti yang aku ketahui. Ibu hanya bilang sebagai ibu rumah tangga harus pintar-pintar mendayagunakan semua yang sudah ada. Dan kini aku sadar bahwa langkah kecil ibu yang dilakukan sedari dulu telah banyak berperan untuk mengurangi sampah.

So, mulai dari hal kecil. Sampah memang tidak dapat dimusnahkan. Tapi sampah bisa dikurangi. Aplikasinya? Berfikirlah seribu kali sebelum memasukkan barang bekasmu di tong sampah cuy... ! daripada dibuang, mending diloakin dapet uang. Dan sampah yang terkumpul di pengepul bakal didaur ulang lagi. Nah tu masuk action kan.


Trus, kalau mau belanja, kurangi pemakaian plastik. Apalagi ya? Banyak lah... bisa dicari dari berbagai sumber. Yang susah tu adalah membiasakan diri. Ayo mulai dari sekarang, demi anak, cucu, dan bumi tercinta. 

Jumat, 20 Desember 2013

Jika Masalah Datang

     Ada kalanya kita merasa jenuh dengan semua kegiatan yang ada. Wajar-wajar saja seperti itu, apalagi kita menghadapi masalah. Apa itu masalah? Masalah adalah sesuatu hal atau kondisi yang membuat kita tidak nyaman. Mau tidur kepikiran, mau makan kepikiran, apalagi jika sampe nggak bisa tidur atau nggak doyan makan. Pernah nggak ngrasain seperti itu? Malah ada yang akhirnya menyendiri dan nggak mau diganggu. Tutup pintu rapat sampai cahaya matahari pun enggan untuk masuk melalui celah-celah yang ada. Jika kamu belum pernah merasakan seperti itu, bersyukurlah. Tapi hidup nggak akan indah jika datar-datar aja kan. Ada kalanya kita membutuhkan masalah datang. Pada saatnya kita akan sadar bahwa masalah datang bukan datang untuk menyiksa tapi untuk membuat kita agar bisa lebih dewasa. Dan ingat sobat semua, Allah nggak akan memberikan maslah di luar kemampuan kita. So, jangan kwatir sedikitpun. 
      Allah selalu bersama kita. Dan yang paling penting kita harus sadar bahwa apapun yang terjadi pada kita entah kebaikan atau keburukan, semua itu tergantung bagaimana kita menghadapinya. Kunci awal adalah positif thingking. Saat masalah datang, jangan sampai kita menyerah dan melampiaskannya dengan melakukan hal-hal buruk. Jenuh, bosan, galau, stres, itu bisa berarti kita sedang dalam masalah lo. Trus bagaimana cara menyelesaikannya? Kembali lagi yang pertama adalah kita harus positif thingking. Khusnudzon sama Allah. Positif thingking memang terlihat gampang, tapi gampang-gampang susah untuk melaksanakannya lo. Apalagi jika keadaan kita sedang tidak baik. Jangan sampai dikuasai emosi lah pokoknya. Kemudian yang kedua adalah kita bisa melakukan hal-hal positif. jika kamu suka nulis, ya menulis lah. atau kamu suka mancing ikan di kali? lakukanlah. Apapun yang kamu anggap asyik, lakuin aja. Nggak usah banyak mikir. Pada saat pikiran tidak jernih, lakukan apa yang kamu suka. Tapi nggak nyalahi aturan juga ya. 
     Nah trus cara ke tiga ni yang menurutku cara paling the best deh. Yaitu membereskan semua yang membuat kita tidak nyaman. Misalkan bangun tidur, kamar berantakan kayak kapal pecah. Bereskan saat itu juga. Saat kamar bersih dijamin deh pikiran kita lebih fresh apalagi jika kita menikmati prosesnya. Bisa saja kita nemu uang pas mberesin barang-barang. Padahal tu ya uang kita sendiri yang dulu nyelip. hehe. :D Bisa juga dengan ganti model rambut, minta maaf pada teman jika ada masalah, bersihin kamar mandi, atau semua hal yang produktif lakukanlah, walaupun sekedar potong kuku. 
     Apapun yang kamu lakukan, asal jangan ngelamun. Kalau mau tidur bagaimana? bolehlah... hahaha

Selasa, 26 November 2013

MISTERI ITU BUTUH PERSIAPAN YANG MATANG

                 Hidup ini penuh dengan misteri yang indah. Sungguh beruntung kita tidak tahu berapa nilai ujian mid semester besuk. Kalau kita tahu duluan, nggak seru banget kan. Apalagi kalu kita tahu siapa jodoh kita nanti, ah tambah nggak seru lagi. Nggak ada surprise-surprise nya. Banyak yang bilang kalo jodoh adalah misteri Tuhan yang paling mendebarkan. Iya sih. Tapi masih ada misteri yang paling mendebarkan dan tiada tandingannya. Apakah itu?! Apalagi kalau bukan misteri kematian. Ada yang bugar jam satu, eh jam 2 sudah lemes tak berdetak jantung. Ada yang minggu depan wisuda, eh kecelakaan pas pinjem toga. Ada yang besuk nikah, eh calonnya dipanggil Tuhan duluan.
                Orang yang paling cerdas adalah orang yang selalu ingat kematian. Pernahkah kita mengingatnya? Tentu pernah lah ya.. tapi sesering apa? Dan semendalam apa? Atau Cuma buat bahan renungan biar nangis aja dan setelah itu selesai?
                Umumnya orang tak akan siap didatangi kematian kapanpun. Bisa aja pas makan pizza eh ada bom meletus. Ah tau ah ngeri sendiri bayanginnya. Tapi, yang sering aku bayangkan adalah kecelakaan lalu lintas. Saking banyaknya angka kecelakaan lalu lintas dan semakin meningkat tiap tahun. Semisal aku mau pergi terutama ke luar kota, aku akan berusaha menyiapkan semuanya. Terutama adalah mencatat hutang dan barang-barang orang yag kubawa. Siapa tahu aku meninggal karena kecelakaan di jalan sehingga banyak hak orang yang aku bawa namun nantinya tidak tersampaikan. Aku juga yang rugi. Rugi di akhirat lagi, siapa yang akan bantu nanggung.
              Jadi, tidak ada keadaan paling siap untuk penjemputan nyawa itu, yang ada adalah kita bisa mempersiapkannya semaksimal mungkin, selagi masih ada waktu.

               

Jumat, 23 Agustus 2013

AKAL


Detik ini kita sudah sampai di sini, di tempat yang berbeda saat pagi tadi kita berada. Ikan di kolam itu sudah semakin gembung. Harum melati semerbak. Dan aku, kini tak seperti dulu. Dulu.. saat aku tak malu berkaca dan bergaya. Dengan berbinar, Ibu  bilang prestasiku semakin cemerlang. Di pagi hari, Bapak selalu berbagi kopi hangat denganku seraya berpesan aku tidak boleh nakal di sekolah. Tiada masa yang paling menyenangkan selain masa miniku. Aku selalu merasa menjadi yang terbaik. Tak apa jika ada teman yang tak mau main denganku, pasti dia iri, lagian dia juga anak nakal sedangkan aku anak baik. Buktinya Ibu Guru selalu memujiku. Aku paling senang dipuji. Rasa senangnya seperti mendapat permen coklat setruk, nggak habis dimakan sebulan. Semua indah.
            Hidup ini adalah kisah terindah bagiku, bagimu, dan bagi seluruh manusia di muka bumi. Kita adalah makhluk sempurna yang tidak begitu saja ada. Kita tahu bahwa kita adalah makhluk terbaik yang Allah ciptakan untuk menghuni planet terkaya ini. Hingga malaikat pun sempat protes saat adam diciptakan. Malaikat beranggapan buat apa menciptakan mausia sementara sudah ada mereka yang senantiasa patuh dan mengagungkan nama Allah. Hingga akhirnya mereka terdiam saat melihat adam mampu menyebutkan nama-nama benda di bumi dan nama-nama benda di syurga. Allah mengajari adam, tidak malaikat. Manusia punya akal yang tak dipunyai makhluk lain.
            Yup akal. Akal inilah yang menyadarkanku tentang masa kecil yang tlah berlalu. Ikan di kolam itu kini pergi, airnya menghitam. Bau melati menghilang. Bapak Ibu membiarkanku lebih mandiri dan tak banyak memuji. Ah tak apa. Semua demi kebaikanku. Aku sudah sadar aku tak seimut dulu. Pita-pita itu sudah tak pantas kupakai. Butuh waktu untuk menyadari semua perubahan ini hingga akhirnya aku mengerti akal ini adalah bukti kesempurnaan ciptaan Allah. Tak ada manusia yang seperti malaikat tanpa sayap. Ada-ada saja. Selama masih berakal kita tetap jadi manusia tulen.
            Aku menjalani semuanya dengan usaha terbaik. Lagi,  akal membantuku untuk memilih ingin berada di syurga dan neraka. Orang gila pun tak akan mau masuk dalam kobaran api yang menyala dahsyat. Hih. Berbekal akal aku menuntut ilmu hingga aku mengerti bahwa kasih sayang Allah pada kita melebihi kasih sayang siapapun, termasuk Ibu Bapak kita. Tak ada seorang Ibu yang tega membakar anaknya, apalagi Allah yang Maha Pengasih pada hambaNya. Allah tak kan tega memasukkan hambaNya ke dalam neraka. Trus bagi mereka yang akhirnya masuk neraka? Ya itu karena pilihan mereka sendiri.
            Aku berusaha selalu menambah ibadahku. Jangankan sholat wajib, semua sholat sunnah sudah aku coba. Jangankan khatam alqur’an sekali sebulan, kini aku malah sudah menghafal banyak juz alquran. Jangankan ngaji mingguan, sarapan saja aku sambil dengerin pengajian. Puasa sunnah, sudah biasa sih. Banyak lah.. Usaha terakhirku adalah untuk istiqomah menjalani semua ini. Insyaallah syurga kudapat. Aku menjalani semuanya dengan suka cita. Alhamdulillah aku berada di lingkungan yang baik sih, insyaallah orang-orangnya sholeh sholeha. Hmm senangnya... Tak apa cape ngurusi dakwah kesana kemari. Tak apalah nggak beli baju baru demi tawadu’. Tak apalah nggak gaul sama dia, kan dia anak nakal, sedangkan aku anak baik, buktinya..., buktinya..., buktinya. –Ibu tidak memuji kebaikanku... Allah memujiku? Allah?? Kok pikiran masa kecilku masih ada?!- Deg!
            Astaghfirullah...!! tamparan terdahsyat bagiku. Serasa jatuh dari ketinggian Gunung Rinjani seraya ditampar di tiap 5cm nya.
Banyak orang merasa banyak sekali beribadah dan percaya bahwa ibadahnya lah yang akan membawanya ke syurga. Ia merasa tak berdosa, padahal...., di situlah letak dosanya. Orang seperti ini akan ditukar tempat dengan orang yang banyak dosa namun ia sadar akan perbuatannya dan selalu berusaha bangkit. Pelacur yang taubat dipindah ke syurga, dai yang suombong dipindah ke neraka. Di sinilah peran akal sesungguhnya, untuk membuat kita menemukan cara bangkit di saat terjatuh dalam dosa. Allah mengajarkan kita melalui akal.
Aku tersadar ..
            Kolam itu menghitam karena ulahku, melati itu tak berbunga karena aku, dosaku..



Kamis, 13 Juni 2013

PRESTASI


            
              Mahasiswa paling gemar melengkapi CV. Bisa dibilang satu atau beberapa lembar kertas itu bisa sangat menggambarkan track record seseorang. Melalui CV, pelamar pekerjaan akan dipertimbangkan untuk diterima bekerja atau tidak. Melalui CV, seorang mahasiswa akan dinilai layak atau tidak  mendapatkan suatu beasiswa. Di dalam CV biasanya ada kolom prestasi. Kolom inilah yang jika semakin panjang akan semakin membuat kagum siapa yang membacanya. Apalagi jika prestasi yang tlah tertoreh adalah prestasi skala nasional atau bahkan internasional. Untuk melengkapi kolom prestasi ini sudah tersedia banyak ajang atau lomba di segala bidang. Bagi yang suka menulis akan mengikuti banyak lomba kepenulisan. Bagi yang suka bahasa inggris akan sering mengikuti ajang debat bahasa inggris, dan begitu pula berbagai bidang lainnya.
            Setiap peserta yang megikuti ajang perlombaan, tujuan yang dapat dipastikan sama adalah ingin menjadi pemenang atu juara pertama. Tidak ada orang yang  ikut serta dalam perlombaan namun bertujuan untuk kalah. Pada saat kemenangan benar menghampiri, akhirnya tercatat satu baris prestasi di kolom prestasi di CV. Yup mereka bisa mengumpulkan prestasi. Hingga ada sebutan siswa berprestasi, mahasiswa berprestasi, pemuda berprestasi. Berangkat dari prestasi ini kemudian mereka yang berprestasi itu akan dikenal dan mulai dikagumi khalayak banyak. Di sinilah seyogyanya letak pertanyaan yang mengusik. Apakah aku masih rendah hati? Apakah karya-karya ini kubuat hanya untuk diakui khalayak? Apakah aku sudah tergelincir mencicipi rasa angkuh? Hati yang bersih akan senantiasa menjadi indikator dalam berbuat. Jadi, apa itu prestasi?
            Menurut KBBI, pengertian prestasi adalah hasil yang telah dicapai. Di saat pengusaha ingin mencapai omset 1 M perbulannya dan ternyata berhasil , bisa dibilang pengusaha tersebut berpretasi. Begitu juga dengan mahasiswa, banyak dari mereka yang melakukan penelitian baru sehingga disebut berprestasi. Ada dari mereka yang exchange ke luar negeri hingga disebut berprestasi. Kemudian setelah itu? Banyak yang penelitian hanya berhenti sampai hasil dan tanpa aplikasi. Karya-karya yang dihasilkan banyak yang hanya menjadi pajangan yang membanggakan pemiliknya. Berhenti sampai di situ. Jika prestasi yang diagung-agungkan hanya seperti itu, maukah kita menyandang gelar berprestasi?
            Lagi lagi kita bisa belajar dari sejarah, bahwasanya lebih banyak orang berprestasi dan karyanya tidak main-main dan bisa dikenang hingga sekarang. Bagaimana penaklukan Konstatinopel oleh Al Fatih menjadi prestasi yang luar biasa. Apakah Al Fatih mengejar prestasi untuk dirinya sendiri? Tidak. Al Fatih memperjuangkan Islam dengan segenap kemampuannya. Apakah pada zaman sahabat ada pola pencarian gelar? Tidak. Gelar Al Amin, gelar Pedang Allah, dan lain sebagainya hanyalah sebuah bonus dari kesungguhan pada Islam. Dan mereka menghayati benar bahwa balasan sebenarnya hanyalah dari Allah.
            Banyang yang berusaha menyelami kisah-kisah perjuangan masa lalu dan banyak pula yang berusaha untuk mendapatkan inspirasi dari sana. Namun semakin ke sini, mulai terlihat pergeseran makna prestasi yang sebenarnya. Banyak prestasi yang tertoreh namun tak mempunyai manfaat bagi sekitar. Justru ada prestasi yang menjadi wasilah setan untuk membuat peraihnya silau akan gemerlap dunia. Niat yang salah dari awal akan menjadi boomerang bagi diri sendiri. Niat yang benar dari awal pun masih bisa terkikis dan memudar. Sedikit yang bisa bertahan hingga ia di ujung perjalanan. Itulah kenapa niat perlu diperbaharui setiap kita mengingatnya. Hm
            Allah tidak akan melihat isi CV kita. Allah melihat isi hati kita. Beberapa prestasi sangat pantas untuk dihargai. Misalnya pada guru yang mengabdikan diri di pelosok yang memang tak terkenal. Beberapa prestasi pantas dihargai karena prestasi ada akibat dari perjuangan. Ucapan selamat diiringi doa sudah cukup mengapresiasi. Dan beberapa prestasi tak perlu diagung-agungkan, karena takwa pada Allah adalah sebaik-baiknya prestasi.

Minggu, 14 April 2013

DREAM

Aku sudah lama percaya bahwa semua keinginan kita akan tercapai dengan diawali sebuah mimpi. Mimpi. Apapun itu. Saat bermimpi, hal paling tidak logis pun bisa terjadi. Namanya juga mimpi. Bisa saja daun bewarna biru, bisa saja dalam mimpi kita bertemu dengan orang yang belum pernah kita jumpai sebelumnya. Sah-sah saja seperti itu. Dan kini, semakin waktu berlalu dan semakin banyak orang mewujudkan mimpinya, aku semakin percaya dan yakin bahwa mimpi adalah suatu keharusan yang hukumnya mutlak untuk mencapai kesuksesan. Kesuksesan sendiri relatif mau dinilai seperti apa. Dan semua orang berhak sukses di bidang mereka masing-masing.
 Impian itu harus spesifik. Mimpi itu harus spesifik. Karena manusia tak akan mampu menguasai segala bidangg yang ia tahu. Aku sangat suka membaca biografi tokoh sukses. Berharap akan mendapatka sesuatu dari bacaanku. Membaca perjuangan orang yang sudah sukses memang sangat seru, ngak ada matinye deh!. Mereka berani membayar mimpi besar mereka sehingga terealisasi dengan sangat indahnya.
Mereka sunguh sangat menginspirasi.  Di era sekarang bermimpi adalah kebebasan yangg sngat dihargai. Kaum wanita yang awalnya merasa enggan bermimpi tinggi kini mereka telah membuktikan bahwa mereka juga bisa menjadi panutan bagi orang lain. Sebut  saja Merry Riana, Dian Pelangi, Okki Setiana Dewi, dan banyak lainnya. Tokoh wanita yang sekarang sedang  ngetop karena mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan di usia muda. Mari mewujudkan mimpi.!!!!

Kamis, 07 Maret 2013

Waktu semakin berlari



Orang bilang, waktu adalah uang. Ini adalah motto ampuh bagi para pekerja sejati. Waktu adalah ilmu. Ini adalah motto seorang pembelajar sejati. Terlepas dari motto siapapun itu, tak dapat dipungkiri waktu adalah sesuatu yang sangat berharga dalam setiap momen dalam kehidupan kita. Kita lahir kapan, lulus kuliah kapan, menikah kapan, dan mati kapan. Semua adalah masalah waktu. Ada kalanya kita merasa sangat gembira. Namun ada kalanya kita akan merasa sangat sedih. Sedih akan berlalu seiring berjalannya waktu. Kita akan keriput seiring berjalannya waktu. Apakah berarti waktu itu mahal? Tidak juga. Buktinya Allah ngasih gratis ke kita.
            Menurutku, ungkapan yang tepat yaitu “waktu bagaikan pisau bermata 2”. Kadang ia bermanfaat, namun bisa juga sangat merugikan atau mencelakan kita. Contoh kecilnya dalah bangun tidur di pagi hari. Jika kita bisa bangun lebih awal, itu berarti kita sudah memanfaatkan waktu dengan baik. kita bisa mempersiapkan semua keperluan pada hari itu dengan baik dan tidak terburu-buru. Persiapan yang matang akan menentukan proses dan hasil akhirnya kan. Beda halnya jika kita bangun telat. Udah terburu-buru, ga maksimal, dan kadang ada saja yang ketinggalan.
            Semakin dewasa kita akan mengerti arti penting mengelola waktu. Dulu saat SD kita masih bisa main sepulang sekolah, dan masih bisa tidur siang. SMP kita masih bisa pulang telat hang out ma temen-temen. SMA kita mulai menambah luas pergaulan. Di kuliah, kita sudah mulai terpadatkan dengan bnayak kegiatan. Dan seiring bertambahnya kedewasaan, waktu yan kita punya semakin menyempit. Semakin kompleks yang kita pikirkan dan umur kita juga berkurang. Kalau saja waktu-waktu yang tersedia ini kita tidak gunakan dengan baik, yah siap-siap saja menyesal di hari tua. Sekarang mencuri, dipenjara bertahun-tahun, baru sadar bahwa berlalunya waktu tanpa melakukan hal yang bermanfaat adalah menyakitkan. Contoh lain adalah kebnayakan tidur dan nonton TV. Hmmm ya kan?
            Jurus yang paling ampuh adalah seperti lagunya Raihan. Ingat 5 perkara sebelum 5 perkara. Dah pada tau semua pastinya ya. Sehat sebelum sakit, tua sebelum muda, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, dan HIDUP SEBELUM MATI !. penyesalan yang tiada gunanya adalah di akhirat nanti. Nggak ada waktu lagi untuk tobat. So! Be productive start now!

Minggu, 13 Januari 2013

fenomena nikah muda


Tahun 2012 adalah tahun menggalaukan apalagi di akhir-akhir 2012. Banyak temanku yang nikah muda. Hampir semuanya adalah berupa berita kejutan. Apa?! Dia mau nikah sama dia? Apa?! Kamu nikah bulan depan?! banyak sekali pernikahan yang membuatku sering geram. Bukan geram tanda aku sebel tapi geram sekali kebahagiaan itu datang mendadak. Dan merasakan suatu kecemburuan yang insyaallah positif. Kapan aku akan menyusul mereka. He
Ntah di dunia nyata dan dunia maya, pembahasan yang sering terjadi adalah tentang pernikahan. Dan kebanyakan adalah mereka yang masih berstatus mahasiswa. Nikah muda ini seolah-olah telah menjadi tren untuk menggantikan fenomena pacaran. Memang sudah seharusnya seperti itu. Hm .. Seseorang yang berani untuk menikah muda haruslah sangat diacungi jempol. Mereka menyegerakan menikah demi kehidupan yang lebih baik dan terhindar dari berbagai godaan maksiat. Tapi apakah tidak berani nikah muda merupakan keputusan yang salah? Tentu tidak. Menikah adalah suatu keharusan namun menikah muda atau tidak, itu pilihan dengan konsekuensi masing-masing.
Meskipun sekarang banyak temanku yang nikah muda, masih banyak teman yang masih punya amanat yang harus diselesaikan dulu. Ada yang punya syarat dari orang tua harus lulus kuliah dulu baru boleh menikah. Ada yang punya tanggungan adek-adek karena dia merupakan anak sulung. Jadi harus punya pekerjaan sebelum menikah. Dalam hal ini memang sangat dipengaruhi latar belakang keluarga. Mereka mencoba memberikan yang terbaik dan meyakini nikah akan terjadi di saat yang tepat. Dan menyelesaikan amanat orang tua adalah kewajiban. Apalagi untuk seorang wanita. Setelah menikah, pengabdiannya adalah untuk suami. Para wanita ingin memberikan yang terbaik untuk orang tua mereka sebelum mereka menikah.
Ada yang menunda menikah karena ingin mengejar cita-cita. Ini mah dia berarti meyakini bahwa menikah adalah peghambat. Tentu hal ini tidak benar.
Aku adalah yang termasuk meyakini bahwa nikah muda adalah sesuatu yang indah jadi harus dipersiapkan dengan matang. Tak usahlah kita tergalaukan dan banyak cakap soal keinginan mulia ini. Mari kita sibukkan dengan mempersiapkan diri bukan dengan menggalaukan diri.

Senin, 26 November 2012

BANGUN PAGI MENENTUKAN HARI INI

Bagi orang pada umumnya, bangun pagi adalah hal yang susah dan menjengkelkan. Di saat mendengar alarm dan reflek tangan tak bisa dihindari untuk mematikan alarm tersebut dan memeluknya kembali tidur. Padahal apa sih enaknya tidur? Di saat kita terlelap toh kita tidak bisa merasakan apa-apa karena kita tak sadar. Perlu diperbaiki niat kita tidur adalah untuk mengistirahatkan badan agar tidak mengganggu aktivitas selanjutnya dan agar lebih produktif. Dan tak ada istilah balas dendam tidur. Waktu tidur kita di hari kemarin yan kurang tak akan pernah bisa dibayar dengan tidur lebih lama di hari ini. Oke kembali ke kebiasaa bangun pagi yang susah. Kita takakan menyia-nyiakan pagi yang indah jika kita tahu banyak sekali manfaat bangun pagi. Garis besarnya adalah kita tak akan tergesa-gesa lagi dalam mempersiapkan hari itu. Sungguh tidak nyaman di saat mandi harus buru-buru, lari-lari, hingga tidak sempat sarapan. Dan rasulullah pun telah menganjurkan untuk tidur lebih awal dan bangun di pagi hari. Nyaman banget lo kita bisa tau bagaimana keindahan matahari terbit dan menghirup udara pagi yang hmmm dingin dan segar. Dengan bangun pagi, dijamin nggak akan ada barang yang ketinggalan menuju tempat aktivitas kecuali kita emang pelupa hehe.. dan yang tak kalah penting adalah kita bisa mempersiapkan hari itu dengan lebih baik semisal mempersiapkan sarapan yang bergizi, olahraga sebentar, dan kita bisa menyempatkan berdiri di depan kaca dan berkata-kata positif untuk mensugesti diri kita bahwa hari itu akan berjalan dengan baik. “hari ini aku akan tersenyum penuh cinta dengan semua orang yang kutemui”, “hari ini aku akan mendapatkan hari yang indah!” sukses!

Senin, 30 Januari 2012

IRI


Sungguh iri merupakan penyakit hati yang paling berbahaya setelah sombong. Apalagi kalau iri ini tumbuh menjadi perasaan dengki yang menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan orang yang kita merasa iri padanya. Jujur, aku sendiri sering merasa iri. Dan ternyata iri ini memang manusiawi. Siapa saja pasti pernah merasakannya. Tapi jangan salah, tak selamanya iri bersifat negatif. Ada juga iri yang positif lo.. Kenapa iri tersebut bisa dibilang positif? Iri bisa dikatakan positif bilamana pelampiasanya juga positif. Jadi sebenarnya iri bisa dijadikan cambuk untuk diri sendiri agar bisa berubah lebih baik lagi. Contoh ya..
Misalkan kita iri pada teman kita yang subhanallah dia sangat pintar. Tentunya iri adalah di saat kita tidak sepintar dia dan kita mengharapkan bisa jadi seperti dia kan? Nah, positifnya adalah jika kita mengobati iri tersebut dengan tekun belajar karena ingin minimal sepadan dengan teman kita yang pintar tadi. Dan tujuan sebenarnya adalah kita ingin bisa lebih pintar. Nah! Jadi iri dalam taraf ini bisa dibilang iri yang aman. Karena kita tidak sampai dengki atau berkeinginan mencelakakan teman yang kita iri kepadanya tadi.
Memang... susah. Susah memanajemen hati dari rasa iri. Tapi mari berusaha! Kalau berniat melakukan perubahan baik, Allah pasti membantu cuy!!!