Rabu, 01 Februari 2012

Empat Tahapan (Tingkatan) Rejeki

1. Semua makhluk Allah dijamin rezekinya oleh Allah
Tidak satupun makhluk bergerak di bumi kecuali dijamin oleh Allah rezekinya
Hal ini adalah meskipun rezekinya cukup untuk dirinya sendiri. Ngaji atau nggak ngaji, malas atu tekun. Atau paling parah tidur terus meneruspun, rezeki nanti sore pasti sudah disiapkan.
Ini adalah tingkatan rezeki yang terendah.
2. 2. “Tidaklah manusia mendapat apa –apa kecuali yang dikerjakannya”
Ini adalah rezeki yang didapatkan sesuai dengan usaha yang dikerjakan. Misalkan kerja selama dua jam, berarti upahnya ya selama dua jam tersebut. Gt
3. 3. Rejeki orang yang bersyukur
“Sungguh jika kamu bersyukur, akan kami tambah nikamtmu
Rezeki tingkat ini diberikan orang-orang yang bersyukur, yaitu dengan menggunkana nikmat Allah dengan tujuna Allah AWT pula
4. 4. Rezekinya orang yang beriman dan bertakwa
siapa yang beriman dan bertakwa, rezeki akan datang dari arah yang tak disangka. Dan Allah akan mencukupkan urusannya
Dasar yang diperlukan untuk mencapai rezeki tingkat ini adalah iman dan takwa. Rezeki ini tergolong istimewa karena diberikan pada para muttaqin. Tidak semua orang mendapatkannya.

Senin, 30 Januari 2012

Pemuda islam harus gaul?

Siapa bilang islam membatasi pergaulan dan menghambat kita berprestasi? Siapa bilang? Atau mungkin ada yang beranggapan bahwa bergaul itu tak penting? Atau hanya ibadah saja yang penting? Bergaul itu penting kawann...
Urgensi bergaul banyak sekali:
  1. 1. Bergaul adalah akhlak yang mulia
  2. 2. Dengan bergaul, kita bisa saling memasukkan kegembiraan pada sesama muslim
  3. 3. Tanda orang yang dicintai Allah adalah orang yang dicintai orang sholeh. Jadi kalau ga bergaul dengan mereka, gimana mau dicintai? Ya kan?
  4. 4. Bergaul tentunya dalah untuk mencapai ridho Allah bukan untuk kepentingan dunia. Camkan itu!
  5. 5. Bergaul merupakan salah satu wasilah untuk menunjukkan keindahan islan
  6. 6. Tentunya bergaul adalah menambah teman, bukan musuh lo ya!
  7. 7. Dan yang terpenting, dengan bergaul kita bisa memperkokoh ukhuwah dan meminimalisir konflik internal

So, mau jadi anak gaul? Yuk kita gaul!

IRI


Sungguh iri merupakan penyakit hati yang paling berbahaya setelah sombong. Apalagi kalau iri ini tumbuh menjadi perasaan dengki yang menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan orang yang kita merasa iri padanya. Jujur, aku sendiri sering merasa iri. Dan ternyata iri ini memang manusiawi. Siapa saja pasti pernah merasakannya. Tapi jangan salah, tak selamanya iri bersifat negatif. Ada juga iri yang positif lo.. Kenapa iri tersebut bisa dibilang positif? Iri bisa dikatakan positif bilamana pelampiasanya juga positif. Jadi sebenarnya iri bisa dijadikan cambuk untuk diri sendiri agar bisa berubah lebih baik lagi. Contoh ya..
Misalkan kita iri pada teman kita yang subhanallah dia sangat pintar. Tentunya iri adalah di saat kita tidak sepintar dia dan kita mengharapkan bisa jadi seperti dia kan? Nah, positifnya adalah jika kita mengobati iri tersebut dengan tekun belajar karena ingin minimal sepadan dengan teman kita yang pintar tadi. Dan tujuan sebenarnya adalah kita ingin bisa lebih pintar. Nah! Jadi iri dalam taraf ini bisa dibilang iri yang aman. Karena kita tidak sampai dengki atau berkeinginan mencelakakan teman yang kita iri kepadanya tadi.
Memang... susah. Susah memanajemen hati dari rasa iri. Tapi mari berusaha! Kalau berniat melakukan perubahan baik, Allah pasti membantu cuy!!!