Selasa, 05 Februari 2013

DAARUL FIRDAUS



Bila aku mati nanti, merekalah salah satu kenangan indah dalam hidupku. sudah hampir satu semester aku tinggal bersama mereka. wanita-wanita teman seperjuangan menuju syurga. kenal dengan mereka merupakan salah satu anugerah terindah yang kudapat. saat pagi membuka mata, dan saat malam menjelang, kehangatan ukhuwah kurasa merasuk hingga timbul rasa enggan berpisah. tak lama lagi... kebersamaan kami tak lama lagi.. menjelang kelulusan, kami semua akan berpisah menempuh jalan hidup masing-masing. 
Ternyata seperti ini, cinta ini nyata... cinta seorang muslim pada saudaranya. 

Di Daarul Firdaus, cinta ini merekah hebat...
Syurga Firdaus, azam kami terkuat .. AAmiin

Senin, 04 Februari 2013

KELUARGA SEMPURNA


Harta yang paling berharga, adalah keluarga
Istana yang paling indah, adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna, adalah keluarga
Mutiara tiada tara, adalah keluarga....
(ost.Keluarga Cemara)

            Masuk syurga. Mungkin itu adalah cita-cita tertinggi yang mendatangkan kebahagiaan abadi. Siapakah keluargaku di syurga kelak? Akankah aku tetap bersama orang-orang yang menjadi keluargaku di dunia ini? Keluarga.
            Butuh waktu yang lama untuk menyadari tentang suatu hal. Kita terlalu sibuk memikirkan hal-hal yang tak mengenakkan. Di saat kita butuh sandaran, siapa yang akan mengelus rambut kita? Ibu. Di saat kita butuh mengganti lampu kamar, siapa yang melakukannya? Ayah. Di saat kita butuh dijemput sepulang sekolah, siapa yang melakukannya? Kakak. Keluarga.
            Keluarga adalah orang-orang yang akan selalu menerima kita apa adanya. Semisal pun kita keluar dari penjara, keluarga lah yag akan sudi menampung kita. Mereka menerima diri kita dengan segala bawaannya.
            Dulu keluargaku masih kecil yaitu kedua orang tua, dan dua kakak laki-lakiku. Dan aku baru menyadari tentang pentingnya arti mereka bagiku adalah setelah aku beranjak dewasa. Dulu aku hanya merepotkan saja, tanpa merasa merepotkan. Bapak adalah orang yang sedikit bicara namun akan bicara saat dibutuhkan dan tepat sasaran. Dari beliau aku belajar bijak. Ibu adalah orang yang ulet dan sabar. Kedua kakakku adalah kakak paling membanggakan di dunia yang pernah kutahu. Hingga detik ini, diriku tak luput dari pengawasan mereka.
            Kini keluargaku menjadi membesar ditambah dua kakak ipar dan 4 keponakan lucu. Sungguh anugerah terindah yang pantas untuk aku syukuri. Dari kakak-kakak ipar aku bisa belajar untuk menjadi istri, ibu, dan menantu yang baik. dari keponakan-keponakan aku menemukan kebahagiaan yang sederhana yang sangat natural. Anugerah yang amat besar. Alkhamdulillah...
            Kini diriku dengan segala kekurangan, aku masih terus semangat mewujudkan kesuksesan yang aku inginkan. Dan siapa yang menyemangatiku? Keluarga tentunya! Mereka seakan-akan telah membantu jiwaku bangun dari keruntuhan. Mereka membuatku sempurna dalam ketidaksempurnaan. Benar-benar keluarga sempurna. Aku tak ingin berpisah dengan mereka di akhirat nanti. Ke syurga bersama. Aamiin....


FOKUS


Fokus adalah sebuah keharusan, dan jarang sekali orang bisa mengartikan fokus dengan baik. Fokus. Satu kata yang menjadi kunci sukses orang-orang hebat. Sebagian besar dari mereka mengatakan bahwa salah satu kunci dari kesuksesan itu adalah fokus. Apa sebenarnya fokus itu? Fokus bukan berarti hanya memusatkan perhatian pada satu hal dan mengacuhkan hal lainnya. Hal seperti itu cenderung mengarah ke egois. Fokus juga bukan berarti menerima semua peluang yang ada untuk menjadikan diri kita sukses. Karena tidak semua peluang pantas kita ambil. Dalam hal ini sangatlah dibutuhkan kebijakan. Dan kebijakan ini akan timbul berdasarkan banyaknya pengalaman. Fokus sebenarnya adalah menolak seribu peluang yang ada. Seribu? Yup! Karena jika semua peluang kita ambil, itu sama saja menghabiskan waktu dan akan menghilangkan fokus. Yakinlah.. semua peluang yang menghampirimu pasti ada salah satu yang sesuai dengan dirimu. Jangan paksakan mengambil peluang yang prosetase kesuksesan besar namun tidak sesuai dengan kemampuanmu. Itu sama saja bohong. Jika sampai detik ini engkau belum menemukan peluang yang pas, tak apa. Teruslah berkarya dan biarkan karya itu menentukan nasibnya sendiri. Peluang itu pasti akan datang. Dan jika bekalmu sudah mumpuni, kau bisa dengan mudah mengambil peluang. Pasti tidak akan sulit memilih lagi. Jika kau suka menulis, teruslah menulis, dengan gayamu, dan jadilah dirimu senatural mungkin. Tak usah peduli dengan iming-iming terkenal, best seller, dan embel-embel lainnya. Kesuksesan itu akan mengikuti siapa yang bersungguh-sungguh. Dan tak ada cara instan. Jika kau suka menulis cerpen, buat apa ikut kompetisi menulis karya ilmiah? Setiap orang punya sejarahnya masing-masing. Fokus, kerjakan, tekuni, dan nikmati. Sukses!